Bu Ita, seorang ibu pintar sekaligus penyabar itu suatu ketika mendapati suaminya mengeluh lantaran mengamati anak semata wayang mereka dalam beberapa hari itu mengerjakan shalat secepat kilat. Sangat cepat. Sang ibu yang penuh rasa ingin tahu soal perkembangan anak usia dini ini pun menemui anaknya usai shalat Asar. Ditanyakannya ihwal kenapa durasi waktu shalatnya begitu cepat.
Dengan wajah serius, si bocah justru balik bertanya,
“Ma, gini ya, aku mau tanya, memang HARUS berapa menit sih kita shalat?”
“Ya rata-rata lima menit lah,” balas sang ibu dengan tenang.
“Oke!” sahutnya, “Aku akan shalat lima menit untuk menyenangkan ibuku.”
“Anakku sayang, shalatmu bukan untuk Mama. Shalatmu adalah untukmu dan Tuhanmu,” balasnya. Sekali lagi, dengan tenang.
Setelah kejadian itu, seperti telah menemukan jawaban yang memuaskan rasa penasarannya, si bocah pun melakukan shalat dengan khusuk. Setidaknya, lebih lama dari biasanya. [ ]
Filed under: Uncategorized Ditandai: | Shalat, untuk Siapa?